Ukhti: Sedikit-sedikit Su’udzan, Sedikit-sedikit Tersinggung, Sedikit-sedikit Memvonis. Maaf, Hatimu Sehat?

Posted on

Banyak diantara kita yang perilakunnya sulit ditebak, terlebih lagi jika hal itu menyangkut keadaan hati dan jalan pikiran. Tak jarang dari kita yang sedikit-sedikit su’udzan pada orang lain, sedikit-sedikit tersinggung, dan sedikit-sedikit memvonis atas apa yang menjadi tindakan orang lain. Maaf, hatimu sehat? Karena hanya hati yang sering terjangkit penyakitlah yang gampang negatif thinking pada hidup yang dilakoni orang lain.

Setiap Peristiwa Itu Kompleks, Jangan Kita Menilai Hal Tersebut Hanya Dari Sudut Pandang Kita

Ingat sahabat, setiap peristiwa itu kompleks, jangan kita menilai hal tersebut hanya dari sudut pandang kita saja, karena belum tentu pandangan kita benar. Sebab, bila hati sudah terjangkit yang namanya gejolak benci atupun amarah maka dari sudut apapun kita melihatnya sudah pasti apa-apa yang dikerjakan orang lain akan selalu salah dimata kita.

Ingat Tak Akan Ada Asap Jika Tak Ada Api, Maka Saat Ada Orang Lain Yang Meluangkan Waktunya Menasehati Kita, Cepatlah Bermuhasabah

Ingat tak akan ada asap jika tak ada api, maka saat ada orang lain yang meluangkan waktunya untuk menasehhati kita, cepatlah bermuhasabah, jangan keburu su’dzan dan keburu untuk tersinggung. Karena kita takkan mungkin mendapat teguran, bila apa-apa yang menajdi tindak tanduk kita sudah sepenuhnya benar dan baik.

Akan Lebih Baik Jika Kita Mampu Bermuhasabah, Maka Teruslah Berpositif Thinking Pada Nasehat Sesama

Karena akan lebih baik jika kita mampu bermuhasabah sesepat mungkin saat orang lain tengah ikhlas hati memberitahukan kesalahan ataupun kekurangan yang kita miliki. Berpositif thinkinglah pada nasehat sesama, karena tugas kita sebagai sesama muslim adalah memang harus mampu untuk salng menagrahkan pada kebaikan setiap saatnya.

Mampukanlah Diri Untuk Menilai Dari Berbagai Sudut Pandang Yang Bijak, Daripada Hanya Sibuk Menghakimi Dan Berburuk Sangka Melulu

Mampukanlah diri untuk menilai dari berbagai sudut pandang yang bijak atas apa yang dilakukan orang lain untuk kita, terlebih bila tentang nasehati tadi. Karena memang sudah sepanytasnya kita berlaku bijak dengan terus berpositif thinking dari berbagai sudut pandang, daripada kita hanya sibuk menghakimi dan berburuk sangka melulu.

Mungkin Saja Bukan Mereka Yang Bermasalah, Namun Pada Diri Inilah Yang Mungking Sebenarnya Terdapat Masalah

Dan ingatlah pula secara bijaksana, bahwa mungkin saja bukan mereka yang bermasalah, namun pada diri inilah yang mungkin sebenarnya terdapat masalah. Maka, saat orang lain berani menasehati atau menegur, dahulukanlah hati nurani untuk berpositif thinking dan bersyukur, agar Allah pula cepat menurunkan hidayah-Nya agar kita mudah melakukan perbaikan diri dengan baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *