Muslimin: Merasa Paling Benar dan Tidak Menerima Nasehat Orang Lain Adalah Tanda Bahwa Hati Kita Tengah Bermasalah

Posted on

Merasa paling benar dan enggan menerima nasehat dari orang lain adalah tanda bahwa hati kita tengah bermasalah.

Maka, saat keegoan diri datang menyanding ketika tengah mendapat kritikan ataupun teguran dari sesama, hendaklah renungkanlah secara bijak, karena bisa jadi saat itu hati kita tengah terjangkit penyakit yang pada akhirnya merugikan kita dalam menghamba pada Allah.

Hati-Hatilah Saat Dirimu Merasa Paling Benar, Apalagi Sampai Kekeh Menyalahkan Orang Lain Terus Menerus Tanpa Alasan Yang Pasti

Hati-hatilah saat dirimu merasa paling benar, apalagi sampai kekeh menyalahkan orang lain terus menerus tanpa alasan yang pasti, sebab, tak sedikit dari kita yang merasa sok segala-galanya, sehingga sikap dan perilaku orang lain seakan-akan tak pernah sekalipun benar.

Karena Bila Hati Sudah Terbiasa Keras Seperti Itu, Maka Artinya Hati Kita Telah Sulit Menerima Hidayah Allah

Hati kita mungkin telah mati akan kasih sayang bila sudah tak peduli pada ia yang berusaha baik kepada diri kita.

Karena bila hatii sudah terbiasa keras seperti itu, maka artinya hati kita telah sulit menerima hidayah Allah, sebab apa? Sebab adanya penyakit hati yang tengah menyelimuti hati.

Karena Salah Satu Bukti Hati Telah Mati Itu Adalah Ketika Kita Marah Apabila Ada Orang Lain Tengah Memberitahu Sebuah Kebenaran Ataupun Kebaikan

Karena salah satu bukti hati telah mati itu adalah ketika hati kita marah apabila ada orang lain tengah memberitahu sebuah kebenaran ataupun kebaikan kepada diri kita, hati seakan-akan tak terima bila ada orang lain lebih benar dari kita.

Padahal bila kita bijaksana dalam menjaga hati, harusnya kita sangat bersyukur saat orang lain masih peduli pada hidup yang kita jalani, karena nasehat adalah bukti kasih sayang.

Ia Yang Tidak Mau Dibenarkan Kesalahannya, Sebab Penyakit Sombong Telah Menyelimuti Hatinya

Tetapi saat hati sedang bermasalah, maka tentu ia tidak akan mau dibenarkan kesalahannya, ia akan membenci saat ditegur, dan ia tidak akan terima bila diberitahukan kesalahannya dalam sebuah nasehat, sebab apa?

Sebab penyakit sombong telah menyelimuti hatinya. Karena hanya orang-orang yang mempunyai sifat sombong dihati yang sealalu merasa paling benar dengan sendirinya.

Parahnya Lagi, Hati Akan Kembali Merasa Bahagia Bila Pujian Datang Melenakannya, Padahal Puji Sebenarnya Hanya Milik Allah

Serta parahnya lagi, bila hati sudah diselimuti oleh penyakit sombong, maka hati akan kembali merasa bahagia bila pujian datang melenakannya.

Padahal harusnya kita tahu bahwa puji yang sebenarnya hanya milik Allah. Iya, Allah yang berhak atas pujian itu, sebab apa-apa yang ada di diri kita adalah pinajaman dari-Nya.

Maka, salah besar bila dalam hidup ini kita sombong, tidak mau mendengar nasehat baik orang lain, dan enggan bermuhasabah diri. Karena bila kita tak lakukan semua itu, artinya kita telah seadanya menjalankan amanah dari sang maha pencipta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *