Saudaraku:Orang Tua yang Memiliki Jasa Paling Besar Dalam Kehidupan Kita

Posted on

Orang tua adalah diantara yang paling memiliki jasa besar bagi kita semua, maka jangan sampai kita lupa kepada kerja keras orang tua adalah sosok yang punya banyak makna bagi anak-anaknya. Tentu tak semua anak memiliki masa kecil yang sama, ada yang merasa dimanja, ada yang tumbuh dalam kesibukan orang tuanya, atau bahkan tak sempat merasakan bersama dengan mereka.

Hidup membawa kita pada banyak pelajaran dan perubahan, seiring bertambahnya usia, kita semakin menguat dan orang tua kita mungkin semakin mundur. Namun, jangan pernah menjauhkan mereka dari kehidupan kita, bolehlah kita tak tinggal dalam satu atap pada akhirnya, sebab tak ada yang tahu bagaimana kisah perjalanan manusia, tetapi meski demikian yang namanya kasih sayang harus selalu kita curahkan padanya. Ada beberapa hal yang perlu kita renungkan di balik sosok orang tua yang kita cintai, atau bahkan sekarang mungkin kita sedang sedikit sebal dengan omongan mereka yang diulang-ulang lagi, namun yang pasti dalam hidup ini adalah Kita tumbuh berkat tangan dan keberadaan mereka.

Dan marilah kita merenung sejenak dan mencari tahu bagaimana membalas budi pada mereka, agar kita tak serta merta merasa bangga setelah pada akhirnya Allah takdir kita menjadi orang yang hebat sebagai anaknya. Waktu SD Orang Tua Mengantarkan Kita Sampai Depan Pintu Kelas Masih ingatkah kita ketika masih SD dulu? Waktu SD orang tua mengantarkan kita sampai depan pintu kelas, karena apa? Karena rasa getir mereka masih menderu dalam hatinya, takut kita belum tahu caranya beradaptasi dengan anak-anak yang lain.

Ia takut kau diperlakukan secara tidak adil oleh teman-temanmu, setiap saat ia beraktifitas sambil melihat jam, hanya takut telah sampai pada jam pulang sekolah,. Sedikit pun ia tak mau melihatmu bersedih hanya karena ia teledor menjemputmu, dia tidak mau kau marah dengan menunggu lama didepan gerbang sekolah. Waktu SMP Orang Tua Mengantarkan Kita Sampai Depan Pintu Gerbang Sekolah
Waktu SMP orang tua mengantarkan kita sampai depan pintu gerbang sekolah, dan belum cukup hanya disitu saja, sebelum kita meraih tangannya untuk bersalaman terkadang beliau masih menyempatkan diri untuk sekali mengingatkan agar kita selalu belajar dengan baik di kelas.

Jangan nakal dan bergaullah dengan teman yang baik pula, sebab apa kita berkali-kali diberi wejangan seperti itu? Karena beliau tahu bahwa pada waktu itu keadaanmu memang harus selalu diarahkan, sebab disitulah kau mulai mengerti kehidupan yang sebenarnya.Waktu SMA Orang Tua Mengantarkan Kita Sampai Depan Pintu Rumah

Waktu SMA orang tua mengantarkan kita sampai depan pintu rumah, meskipun menurutnya kita sudah besar dan bisa menjaga diri sendiri, tapi kekhawatirannya selalu menghantuinya, mengapa? Karena waktu SMA diri kita dalam keadaan labil, dalam keadaan dimana diri kita yang selalu ingin mencoba-coba sesuatu yang baru dalam hidup yang kita lalui. Sebab itulah mengapa orang tua selalu penuh kehatian-hatian dalam menjaga kita walau hanya wejangan kecil yang terus diulang-ulang sebelum memberi berkahnya lewat tangan tangguhnya sebelum kita pergi.

Waktu Merantau Orang Tua Mengantarkan Kita Sampai Depan Pintu Bandara Waktu merantau orang tua kita terkadang mengantarkan kita sampai depan pintu bandara, terkadang sampai terminal, stasiun dan sebagainya, hanya karena dia masih begitu khawatir buah hatinya akan jauh darinya, dia belum sepenuhnya siap, sebab yang ada dalam pikirannya berkecamuk bagaimana dan bagaimana.

Lagipula orang tua mana yang siap berpisah dengan anak-anaknya, walau hal itu hanyalah sementara. Dan meski ada orang tua yang kelihatannya sangat tegaan saat mau berpisah dengan anaknya. Maka tak lain mereka hanya berusaha untuk tegar dan sabar, sebab ia ingin anak-anaknya juga merasa tenang berada diluar sana.

Kita Sebagai Anaknya, Maka Hendaknya Mengantarkan Orang Tua Kita Menuju Pintu Surga-Nya
Dan kita sebagai anaknya, maka antarlah orang tua kita menuju pintu surga-Nya, jangan mentang-mentang kita telah sukses dan meraih apa yang kita impikan, lantas kita melupakannya dengan berlaku seadanya dan semaunya. Terlebih lagi, tetaplah menghargai dan menghormatinya dengan penuh kebijaksanaan hati, sebab yang kamu raih dalam hidup ini tak lain selain campur tangan Allah juga campur tangan doanya yang selalu setia dalam mengiringi langkahmu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *