Meyimpan Nama Seseorang Dalam Doa Sungguh Menyesakkan, Jika Kenyataan Tak Menjadikan Satu

Posted on

Hal yang paling menyesakkan bagi hati yang sedang berharap adalah saat nama seseorang itu tertulis setia dalam dalam doa tapi pada akhirnya kenyataan tak menjadikan satu.

Lantas haruskah kita mengeluh? Jangan! Karena Allah tuhan yang menampung harapan baik kita sudah tahu seseorang seperti apa yang memang pantas untuk kita jadikan partner hidup sejati..

Hati Sungguh Akan Terasa Sangat Perih, Tapi Itulah Resiko Dari Mengharapkan Tanpa Ada Rasa Ikhlas

Dan berbicara tentang rasa perih maka sungguh akan sangat terasa nyata mengiris hati, tapi disitulah nantinya kita akan belajar bahwa dalam berharap itu sudah sepantasnya disandingi rasa ikhlas.

Mengapa? Agar saat Allah tidak merestui menjadi satu hubungan yang pasti, maka kita dapat sadar dan sabar bahwa dibalik itu akan ada hikmah yang luar biasa.

Keadaan Seakan-akan Berhenti Seketika, Saat Yang Dipasrahkan Tak Bisa Membuat Kita Benar-Benar Pasrah

Dari saking menyesakkannya rasa kecewa yang hadir sebab takdir yang tak sejalan dengan harap, kadang diri ini lupa akan keagungan Allah.

Diri kita kadang hidup dengan eluhan-eluhan, padahal saat kita benar-benar pasrah memasrahkannya dalam doa, sungguh meski jawaban Allah lain maka kia akan sadar bahwa semuanya memang sudah terbaik.

Rasa Sakit Akan Terus Menghujam, Saat Rasa Sabar Sudah Kering Dari Hati

Jika kita biarkan semuanya menjadi bahan ratapan, sungguh sampai kapanpun hati kita akan terasa sesak akibat besarnya rasa kecewa.

Sebab itulah mengapa kita harus berjuang untuk bersabar, karena rasa sakit tidak akan menghujam dikala kesabaran tidak pernah kering dari hati.

Perasaan Mengeluh Akan Hadir, Saat Hati Sudah Tak Mampu Berbijaksana Dengan Prasangka Baik

Perasaan mengeluh mungkin akan hadir menyelimuti setiap keadaan kita, saat yang diharapkan tak menjadi nyata.

Tapi apapun itu saat hati mampu berbijaksana berprasangka baik dari awal kita berharap, maka sungguh keadaan batin tidak akan menyesakkan seperti ini.

Dan begitu juga sebaliknya, saat hati memang tidak bisa bijaksana dengan prasangka baik, maka pasti rasa yang begitu menyesakkan akan menghujam batin.

Padahal Jika Allah Menjawab Doa Kita Dengan Takdir-Nya Yang Lain, Itu Artinya Yang Kita Semogakan Bukan Yang Terbaik Untuk Kita

Jadi jangan pernah lupa ikhlas ketika berharap, agar doa yang tidak sesuai dengan kenyataan tidak pernah membuat kita berburuk sangka dan mengeluh kepada Allah.

Serta ketahuilah, jika Allah menjawab doa kita dengan takdir-Nya yang lain, itu artinya yang kita semogakan bukan yang terbaik untuk kita dan hidup kita nanti, Maka ikhlaslah atas semua ketetapan-Nya.

Source: Humairoh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *