Orang Tua yang Melarang Menikah Muda Sama Dengan Mendorong Anaknya Berzina

Posted on

Duhai orang tua, spesialnya untuk yang sudah mempunyai putra – putri berumur 20 tahun ke atas. sempatkah putra/gadis kamu membicarakan tentang perkawinan?

banyak orangtua dikala ini yang alergi kala anaknya memohon dinikahkan. anak disuruh cari kerja dahulu biar menabung yang banyak, disuruh menunggu hingga umur menjelang 30, dan juga secara tidak langsung telah disuruh mengabaikan syahwat yang tengah bergejolak.

kesimpulannya kebanyakan anak muda yang belum mampu izin menikah lebih memilah pacaran, setelah itu tidak sedikit yang jatuh dalam lembah perzinaan.

bagaikan orangtua, kita tidak boleh berdiam diri pada kebutuhan biologis putra – putri yang sudah beranjak berusia. terlebih lagi rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyuruh para pemuda yang telah mampu menikah buat lekas berumahtangga karna mampu melindungi kehormatan dan juga memelihara kemaluan.

“wahai sekaligus pemuda! siapa di antara kamu yang sudah mampu berkeluarga hingga hendaklah dia menikah, karna perihal itu lebih melindungi pemikiran dan juga memelihara syahwat (kemaluan). dan juga siapa yang belum mampu (menikah) , hingga hendaklah dia berpuasa karna itu meredakan (syahwat). ” (al – hadits)

kala putra – putri memohon izin menikah, terdapat baiknya orangtua menyelidiki lebih jauh keadaan anaknya tersebut. apakah sudah amat darurat wajib dinikahkan?

semisal dia sudah memiliki calon, sudah mempunyai pemasukan walaupun belum memiliki banyak tabungan, dan juga dia sudah sangat risau tidak mampu lagi menahan syahwatnya. nah bila sudah serupa itu, tetapi orangtua tidak ingin ketahui, sama aja serupa menggiring anak ke dalam lembah zina.

bukankah menikah merupakan opsi yang lebih baik daripada berpacaran dan juga semisalnya? seorang dapat berusia dan juga matang karna terdapatnya keberanian buat bertanggungjawab dan juga mengalami bermacam perkara dalam rumah tangga.

kenapa orangtua lebih mengizinkan anak berpacaran darpada menikah? siapkah buat turut menanggung dosa dan juga penderitaan anak kita dunia dan juga akhirat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *