5 Adab Untuk Menasehati Orang Lain Dengan Kebaikan

Posted on

Dalam menasehati sesama tentu kita dituntut untuk selalu berakhlaqul karimah, karena dengan berakhlaqul karimah tersebut akan tercipta yang namanya sikap dan perilaku yang baik dalam mengajak orang lain pada kebaikan.

Dan inilah lima adab akhlaq mulia agar nasehat kita kepada orang lain tidak dipandang sebelah mata, serta agar orang lain tersebut tidak merasa disalahkan tetapi lebih merasa disayangi oleh kita.

Ikhlaskan Niat, Jangan Berbuat Baik Hanya Karena Ingin Mendapat Pujian Dari Manusia

Pertama, ikhlaskan niat dengan merujuk hanya kepada Allah, jangan berbuat baik hanya karena ingin mendapat pujian dari manusia. Karena tak sedikit dari kita yang sok menasehati orang lain, hanya untuk mecari muka dan biar kelihatan bahwa dirinya lebih baik dari yang dinasehati, atau ada lagi yang menasehati hanya untuk mendapat satu pujian.

Menjaga Rahasia, Jangan Sampai Kesalahannya Kita Ceritakan Kepada Orang Lain

Kedua, kita harus pandai menjaga rahasia, jangan sampai kekurangannya kita ceritakan kepada orang lain. Karena tak sedikit pula dari kita setelah menasehati jika ditanya yang lainnya lagi, malah heboh bertutur lepas dan ujungnya bergosip membicarakan keburukannya.

Pakailah Bahasa Atau Penuturan Yang Sopan Agar Tidak Menyakiti Hatinya

Ketiga, pakailah bahasa atau penuturan yang sopan agar kata-kata yang keluar dari mulut kita tidak menyakiti hatinya. Berlemah lembutlah dalam menyampaikan apa yang harus kita sampaikan, berbicaralah dari hati kehati agar nasehat baik yang kita bberikan dapat diindahkan.

Jangan Memaksa Ataupun Marah Ketika Ia Tidak Mau Mengindahkan Nasehat Yang Kita Berikan

Keempat, jangan memaksa orang lain untuk selalu mendengarkan apa yang kita ucapkan, apalagi marah ketika yang dinasehati tidak mengindahkan nasehat baik yang kita berikan.

Karena memang tugas kita hanya menasehati, maka sampaikanlah niat baik kita dengan bijaksana, dan masalah mau mendengarkan atau tidak itu hak dia.

Sebab kewajiban kita hanya memperingati, tetapi meskipun berlaku demikian selagi kita masih merasa sesama muslim adalah saudara, maka jangan sampai bosan untuk terus menasehati dan menasehati.

Tepat Kondisi, Jangan Menasehatinya Didepan Umum Ataupun Ketika Ia Sedang Amarah

Kelima, harus tepat kondisi, jangan sampai kita menasehatinya didepan umum, karena saat kita berusaha untuk menasehatinya didepan umum sama halnya kita tengah mengabarkan keburukannya kepada orang lain.

Dan jangan menasehatinya ketika ia sedang amarah, sebab jika kita mensehati hati yang sedang marah sama saja kita menghadapi singa yang sedang lapar, karena bisa saja niat baik kita akan dipandang sebelah mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *