Akhlak: Menjadi Cantik Itu Memang Asyik, Tetapi Peribadi Yang Baik Jauh Lebih Menarik

Posted on

Siapa sih yang tidak bangga jika dikatakan cantik, siapa sih yang tidak senang jika dipuji cantik, dan siapa sih yang tidak berbunga-bunga jika selalu dibuat perbandingan dengan berkata “Ah, cantik seperti si fulanah, ayu seperti si fulanah, menagumkan seperti si fulanah” iya, seperti dan seperti itu kata yang selalu menggilitik hati untuk terus membanggakan diri.

Padahal, puji dari manusia hanya akan memuatmu lupa caranya menata hati dengan bijak, sebab dengan pujian seseorang pada akhirnya akan tumbang oleh kehinaan, jika tak mampu mengendalikan diri.

Iya, menjadi cantik itu memang sangat asyik, bisa dikenal banyak orang karena wajah yang mempesona, lagipula siapa sih didunia ini yang tidak menyukai keindahan, sebab Allah pun juga kepada keindahan, apalagi kita makhluqnya.

Tetapi meski demikian, peribadi yang baik jauh lebih menarik, sebab cantik fisik semata tak dapat membuat seseorang itu menjadi cantik jika keadaan hatinya, sikap dan perilakunya tak dapat terjaga dengan baik dan bijak.

Jangan Hanya Mati-Matian Mencari Solusi Menjadi Lebih Cantik, Tapi Lupa Caranya Mempercantik Budi Pekerti

Maka dari itu, jangan hanya mati-matian mencari solusi menjadi lebih cantik, tetapi lupa caranya mempercantik budi pekerti, lupa caranya membuat sikap dan perilaku menjadi bijaksana.

Karena secantik apapun fisik yang kamu miliki saat ini, jika dirimu asal-asalan dalam bersikap dan berperilaku, maka sudah tentu kecantikan yang kamu banggakan akan menghinakanmu, karena hinaan orang lain.

Jangan Hanya Sibuk Update Tentang Fashion Agar Tampil Kekinian, Tapi Hati Sampai Saat Ini Belum Tertata Dengan Baik

Jadi, jangan hanya sibuk update tentang fashion agar tampil kekinian, jangan hanya sibuk mencari tempat-tempat yang bisa merenovasi alis menjadi kekinian seperti semut bergilir, bibir menjadi awet merah merona, pipi ditirusin, hidung dimancungin, kelopak mata ditebelin, dan tubuh disedot lemaknya biar tambah seksi dan menarik.

Tetapi lupa caranya menata keadaan hati agar selalu bijak dan tetap baik, padahal hati adalah sumber kecantikan yang paling mahal dalam tubuh seseorang, karena jika hatinya terjaga dengan baik maka kebaikannyalah yang akan menjadikan fisiknya cantik dan menarik, sebab kecantikan hati adalah kecantikan yang hakiki.

Karena Untuk Apa Menjadi Cantik Jika Sikap Dan Perilaku Menjadi Bahan Hinaan Orang Lain

Karena untuk apa menjadi cantik jika sikap dan perilaku menjadi bahan hinaan orang lain, untuk apa bangga dengan kesempurnaan fisik yang menjadi identitas diri, jika sikap dan perilaku hanya menjadi bahan nyiyiran orang lain.

Karena tak sedikit diantara kita yang memiliki kesempurnaan fisik, namun budi pekertinya masih saja jauh dari kata baik, sehingga orang lain pun menjadikan ia bahan celaan semata.

Karena Untuk Apa Menjadi Mempesona Dengan Kesempurnaan Fisik, Jika Hati Tak Bisa Terkendali Dengan Bijak

Karena untuk apa menjadi cantik mempesona dengan kesempurnaan fisik, jika hati tak bisa terkendali dengan bijak, sebab kecantikan fisik akan menjadi anugerah terindah bagi pemiliknya, jika hati selalu menjaga kecantikan itu.

Dengan begitu sempurna dengan kebaikan, sehingga sikap dan perilakunyapun tetap menjadi penjagaan paling mulia kecantikan yang dimilikinya.

Karena Sampai Kapanpun Kamu Akan Menjadi Cantik Walau Tanpa Polesan Dunia, Jika Kau Mampu Memoles Hatimu Dengan Kebaikan

Karena sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi cantik, walau dirimu tak memoles fisikmu dengan perhiasan dunia, jika kamu mampu memoles hatimu dengan bermacam-macam kebaikan.

Sebab, hanya kebaikan yang terpancar dari hatilah yang akan tetap menjadikanmu cantik, walau tak mati-matian merenovasi keadaanmu untuk selalu mempunyai kecantikan lebih.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *