Pelajaran: Mawaddah Dalam Rumah Tangga Tercipta Saat Kedua Pasangan Menyadari Bahwa Tak Ada Yang Sempurna Didunia Ini

Posted on

Mawaddah adalah sebuah rasa saling peduli, saling menyadari, dan adanya saling memperbaiki dalam hubungan rumah tangga. Dan mawaddah dalam rumah tangga ini tercipta saat kedua pasangan suami maupun istri menyadari bahwa tak ada yang sempurna didunia ini, sehingga terbentukah yang namanya kedamaian “Sakinah”, serta kasih sayang yang elok “Rahmah”.

Saat Kita Menyadari Bahwa Tak Ada Manusia Yang Tercipta Sempurna, Maka Tentu Untuk Saling Menyadari Kekurangan Masing-Masing Bukan Hal Sulit

Karena saat kita menyadari bahwa tak ada manusia yang tercipta sempurna, maka tentu untuk saling menyadari kekurangan msing-masing bukan lagi hal yang sulit. Karena masalah utama yang timbul dalam hubungan rumah tangga adalah kekurangan yang ada pasangan, dan masalah ini akan menjadi pemicu keegoisan diri muncul bila keduanya tak menyadari bahwa tak ada makhluq sempurna dimuka bumi ini.

Kita Akan Selalu Menyadarkan Hati Untuk Tidak Mengeluh Saat Allah Perlihatkan Kita Pada Kekurangan Pasangan

Dan dengan menyadari bahwa tak ada makhluq sempurna didunia ini, maka kita akan selalu menyadarkan hati untuk tidak mengeluh saat Allah perlihatkan kita pada kekurangan pasangan, karena Allah sudah menutup hati kita dengan kasih sayang-Nya, sebab kepandaian kita dalam membijakkan hati dari sejak memulai untuk memilih hidup bersamanya.

Kita Akan Selalu Pandai Mengendalikan Pikiran Bila Kemarahan Tengah Menyelimuti Hati Karena Ketidak Selarasan Sikap Dan Perilaku Pasangan

Dengan menyadari bahwa tak ada satupun makhluq yang sempurna, Kita akan selalu pandai pula mengendalikan pikiran bila kemarahan tengah menyelimuti hati karena ketidak selarasan sikap dan perilaku pasangan.

Sebab, tak sedikit suatu hubungan rumah tangga selalu cekcok dan jauh dari kesan damai, saat sikap dan perilaku pasangan kadang tidak cocok dengan pikir suami maupun istri, dan rasa itu terus menerus diasah dihati bukan untuk dicari jalan keluarnya agar reda, tetapi dipikir panjag dicampur dengan penyesalan, bukan kesadaran diri untuk menerima.

Kita Akan Pandai Untuk Lebih Bersabar Saat Kebersamaan Mulai Dibelenggu Oleh Masalah Yang Datangnya Dari Pasangan

Padahal, bila kita pandai menyadari bahwa tak ada satupun diantara kita yang memiliki kesempurnaan, maka kita akan pandai untuk lebih bersabar saat kebersamaan mulai dibelenggu oleh masalah yang datangnya dari pasangan. Kita takkan mengeluhkan keadaan, dan timbul rasa penyesalan, sebab kesadaran diri telah menjadi pembujuk hati yang sedang gundah.

Kita Akan Lebih Ikhlas Dan Takkan Menjadi Jenuh Bila Saling Meyadari Kita Jadikan Jembatan Untuk Menyelaraskan Kekurangan Dan Kelebihan Masing-Masing

Dan tentu kita pula akan menjadi lebih ikhlas, serta kita takkan menjadi jenuh bila saling menyadari itu kita jadikan jembatan untuk menyelaraskan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga, mawaddah benar-benar akan kita rasa sempurna setiap saatnya, dan sakinah warahmah-pun akan pula hadir secara perlahan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *