Ibadah Itu Privasi Masing-Masing Orang, Bukan Informasi Buat Orang Lain, Maka Berhentilah Riya’ Di MEDSOS

Posted on

Ibadah itu privasi masing-masing orang, bukan informasi buat orang lain, lantas untuk apa dijadikan konsumsi public dengan dipajang dimedia sosial? Takut nggak ada yang tahu kalau kamu telah melakukan kebaikan? Hey, sadarlah bahwa tanpa disiarkanpun yang namanya kebaikan akan tetap dinamakan kebaikan. Maka, berhentilah alay dimedia sosial dengan terus mengekspos semua kebaikan yang kamu lakukan, karena bisa jadi amal ganjaran kebaikan yang kamu peroleh bisa hangus sebab dirimu yang tanpa sengaja telah bersifat riya’. Tapi niat kita untuk mengajak orang lain pada kebaikan kok? Jika seperti itu pembelaanmu, maka perbaiki niatmu dengan jalan yang baik, tanpa harus menggembar gemborkan perkara baik yang telah kamu lakukan, sebab bila dirimu tidak hati-hati maka bisa jadi apa yang kamu lakukan akan menjadi sia-sia.

Seseorang Terkadang Tak Menyadari Bahwa Pamer Terkadang Sudah Menjadi Rutinitasnya Di Media Sosial

Seseorang terkadang tak menyadari bahwa pamer terkadang sudah menjadi rutinitasnya di media sosial setiap saat, semua apa-apa yang seharusnya menjadi konsumsi peribadi sudah dibiarkan menjadi penghias beranda laman media sosialnya dengan tanpa rasa risih sedikitpun dihati. Mengapa? Karena riya’ sudah meraja lela menjadi sebuah kebiasaan yang mulai lumrah dan dianggap biasa, padahal sifat yang demikian inilah yang akhinya terus kecanduan hingga akhirnya mengundang penyakit hati yang lainnya, seperti halnya sombong dan semacamnya.

Tak Sedikit Jaman Sekarang Orang Yang Melakukan Kebaikan Hanya Untuk Mendapat Penilaian Dari Orang Lain, Bukan Untuk Allah

Tak sedikit jaman sekarang orang yang melakukan kebaikan hanya untuk mendapat penilaian dari orang lain, bukan untuk Allah. Buktinya sedikit-sedikit dimedia sosial, terutama dibulan ramadlan ini penuh dengan postingan anak-anak alay yang berkata “Berangkat taraweh dulu, semoga selamat sampai tujuan” alah, emang situ mau ke jeddah mbak bro and mas bro, masih untung jika mesjidnya jauh, nahlo mesjidnya cuma didepan rumah.

Ada juga yang mengatakan “Tadarus dulu biar tambah berkah ramadlan tahun ini”, yaelah mas bro and mbak bro…mohon berkah jangan dimedia sosial, tetapi langsung kepada Allah, dan masih untung bila tadarusnya emang benar-benar khusuk, cz jaman sekarang serba alay tadarusnya, sebab tak sedikit anak muda jaman sekarang disela-sela tadarus sibuk bales komenan dari teman-temannya dimedia soasial, benar nggak?

Mereka Berlomba Berkoar Dimedia Sosial Untuk Sekedar Meyatakan Dirinya Telah Menjadi Baik, Padahal Tanpa Dikatapun Allah Sudah Mengetahuinya

Mereka berlomba berkoar dimedia sosial untuk sekedar menyatakan dirinya telah menjadi baik, padahal tanpa dikatapun Allah sudah mengetahuinya. Astaghfirullah, bila kau termasuk orang alay yang demikian semoga sehabis ini Allah memberi hidayah untuk menyadarkanmu. Amin… Tugas kita sebagai sesama muslim tak lain memang hanya untuk mengingatkan pada kebaikan, selalu dan selalu, agar apa? Agar kita tak hanya bisa bersahabat dan mengenal didunia semata, namun sampai kelak disyurganya Allah. Amin

Untuk Apa Mencatat Amal Baik Yang Dilakukan Di Media Sosial, Jika Allah Telah Mengirimkan Dua Pencatat Setia Dibahu Kiri Dan Kanan Kita

Lagipula untuk apa mencatat amal baik yang dilakukan dimedia sosial, jika Allah telah mengirimkan dua pencatat setia dibahu kiri dan kanan yang kita miliki. Dan tidakkah kita merasa telah percaya dengan semua itu? Maka, berhentilah bersifat riya’ dimedia sosial, tetaplah sembunyikan amal-amal baik yang kita lakukan dari mata-mata manusia, agar selamanya kita hanya merujuk pada penilaian Allah, bukan manusia.

Ingatlah Dengan Bijaksana, Bahwa Sesungguhnya Allah Mencintai Hamba Yang Bertaqwa, Dermawan, Dan Senantiasa Menyembunikan Amalannya

Dan ingatlah dengan bijaksana, bahwa sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, dermawan, dan senantiasa menyembunyikan amalannya. Jadi, yuk saling mengingatkan saudaraku…jangan menyenangi sesuatu yang menjerumuskan dan menghanguskan pahala ibadah kita, berhentilah berkoar-koar dimedia sosial dengan terus menyiarkan kebaikan yang telah kita lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *