Waspada: Gosip Akan Berakhir Ditelinga Orang Yang Selalu Bijaksana Dalam Menjaga Hatinya, Pikirannya, Dan Lisannya

Posted on

Gosip…gosip…gosip…iya itulah bahasa kerennya dijaman sekarang, membiacarakan kehidupan orang lain, ntah dari sisi kehidupan buruknya ataupun dari sisi kehidupan baiknya, semuanya dikatakan sebuah gosip. Terutama tentang kehidupan buruk orang lain, aibnya, kesalahannya, bahkan dosanya kepada Allah sering kita perbincangkan dengan begitu mudahnya, dan apakah itu yang dikatakan gosip? Iya seperti itulah, menggunjing, membicarakan kehidupan orang lain saat tak ada orangnya, dan membeberkan aib orang lain kepada yang lainnya seperti ini definisi “Gosip”.

Adakah gosip ada yang positif? Jelas itu ada, karena gosip itu tak hanya membiacarakan tentang keburukan orang lain. Misalnya, menyebarkan kebaikan orang lain, sehingga yang lainnyapun berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan pula. Tetapi kita harus sadari akan satu hal, bahwa sebuah gosip ntah berupa kebaikan ataupun keburukan akan selalu menjadi wacana yang bijaksana bila berakhir ditelingat orang yang senantiasa bijaksana dalam menjaga hatinya, pikirannya, dan lisannya.

Pandai-Pandailah Wahai Wanita, Dalam Menjaga Telinga Dan Lisanmu, Jangan Biarkan Dirimu Hina Sebab Tidak Tahunya Dirimu Menjaga Aib Orang Lain

Maka, pandai-pandailah wahai wanita, dalam menjaga telinga dan lisanmu, jangan baiarkan diimu hina sebab tidak tahunya dirimu menjaga aib orang lain. Karena gosip biasanya identik dengan keburukan lain, sedikit orang yang mau menyampaikan gosip berupa kebaikan. Sebab itulah mengapa sangat ditekankan disini tentang aib orang lain, karena biasanya yang biasa bergosip dan menyenangi bercerita adalah seorang wanita. Meski pada nyatanya jaman sekarang ada pula sih para lelaki yang menggemari untuk bergosip, namun hanya sebagian.

Jangan Biasakan Dirimu Menggemari Sebuah Gosip, Apalagi Kabar Itu Keluar Dari Mulut Orang Yang Memang Gemar Membicarakan Kesalahan Orang Lain

Oleh karenanya, jangan bisakan dirimu menggemari sebuah gosip, karena yang namanya gosip apabila digosok makin sip, ya seperti itulah bahasa alaynya. Tetapi bila ditela’ah lagi perkataan itu benar, sebab wacana bila sudah jadi cerita dari mulut kemulut ujung-ujungnya akan sedikit beda dari faktanya, bahkan besar kemungkinan bisa menjadi cerita yang jauh dari faktanya. Dan apalagi yang membicarakannya adalah seseorang yang sudah terbiasa menggunjing, membicarakan kesalahan orang lain tanpa rasa iba, membicarakan aib orang lain dengan tanpa belas kasih, maka bisa jadi gosip atau cerita itu jauh dari kata benar.

Karena Bisa Jadi Kabar Itu Sudah Tak Seperti Kenyataannya, Sebab Bila Sudah Terbiasa Menggunjing, Maka Ia Akan Asyik Mengurangi Dan Menambahi Kabar Yang Nyata

Karena bisa jadi kabar itu sudah tak seperti kenyataannya, sebab bila sudah terbiasa menggunjing, maka ia akan asyik mengurangi dan menambahi kabar yang nyata, agar apa? Agar menjadi seru dan menjadi cerita bagus menurutnya. Na’udzubillah… Maka, mulai dari sekarang behentilah bergosip dan berhentilah mendengarkan gosip, jika hal itu hanya berupa kehinaan, keburukan orang lain, kesalahan orang lain, dan bahkan hanya tentang dosa-dosa orang lain kepada Allah, jika kitapun sehabis mendengar tak mau membantunya untuk menjadi baik kembali.

Berbijaklah Saat Seseorang Menyampaikan Suatu Kabar Kepada Kita, Jika Itu Berupa Kebaikan Maka Sampaikan Pada Yang Lainnya, Agar Menjadi Amal

Berbijaklah saat seseorang menyampaikan suatu kabar kepada kita, jika hal itu berupa kebaikan maka sampaikanlah pada yang lainnya, agar menjadi tambahan amal ibadah kepada kita. Dan jika tak berniat menyampaikan, maka maksimalkan saja kebaikan itu untuk dilakukan kita sendiri.

Tetapi Jika Kabar Itu Berupa Aib Orang Lain, Maka Tetaplah Diam, Karena Sudah Sepantasnya Kamu Menjaga Perasaan, Hati, Dan Rahasianya

Tetapi jika kbar itu berupa aib orang lain, kesalahan orang lain, atau sisi buruk kehidpan orang lain, maka tindakan yang harus kita lakukan adalah tetap diam. Mengapa? Karena kitapun juga punya aib, dan orang lainpun punya mulut, bisa jadi dilain sisi ia akan berbalik membicarakan kita, serta sudah sepantasnya kamu menjaga perasaannya, hatinya, dan rahasianya.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *