Perlu di Catat dan di ingat: Hidup Bukan Masalah Kaya Atau Miskin, Untung Atau Rugi, Tetapi Tentang Sabar Dan Syukur

Posted on

Hidup bukan masalah kaya atau miskin, untung atau rugi, tetapi tentang sabar dan syukur. Apabila seseorang berkata demikian kita percaya tidak? Tentu ada yang tidak dan ada pula yang sigap berkata setuju, karena memang bila ditela’ah lebih dalam semuanya adalah benar. Buktinya, bila kita Allah takdirkan punya segalanya dalam hidup ini, pekerjaan mapan, rumah megah, kendaraan mewah, bisnis dimana-dimana, dan jabatan tinggi takkan menjadikan kita bahagia sebahagianya bila kita tak tahu caranya membidik hati dengan sebuah syukur.

Semuanya takkan ada artinya untuk kita, sebab perasaan selalu kurang dan takut dengan berbagai hal selalu menghantui bilamana rasa sabar dan syukur itu tak bisa menjaganya dengan bijkasana. Tetapi sebaliknya, hidup biasa-biasa saja, atau miskin sekalipun akan tetap menjadikan kita selalu bahagia, bahkan sangat bahagia setiap saatnya. Kapan? Saat hati penuh dengan rasa sabar yang menderu dan rasa syukur yang selalu terisi penuh dihati.

Hidup Bergelimang Harta, Serba Berkecukupan, Takkan Bisa Menjadikan Kita Bahagia Seutuhnya Bila Hati Tak Tahu Caranya Bersyukur

Karena walau hidup bergelimang harta, serba berkecukupan, takkan bisa menjadikan kita bahagia seutuhnya bila hati tak tahu caranya bersyukur kepada Allah. Karena apabila syukur itu sudah menjadi andalan kita dalam lalui hidup ini, sesulit apapun takdir yang ditetapkan kepada kita dalam menjalani hidup, sudah pasti akan selalu membuat kita baik-baik saja.

Karena Dalam Miskinpun Seseorang Itu Bisa Selalu Bahagia, Apabila Ia Tahu Caranya Menempatkan Sabar Dan Syukur Dihatinya

Iya, bahagia itu tak harus kaya dan tak harus berharta dulu, masak? Jelas, tetapi tanyakan pada mereka yang pandai bersyukur, jangan pada orang yang tak tahu caranya berterimaksih kepada Allah, karena pasti jawabannya akan “Hoax itu…”. Namun, apabila kita bertanya pada yang tahu caranya bersabar dan bersyukur, maka sudah pasti ia akan berkata “Nggak ada bedanya miskin atau kaya, rugi atau untung, semuanya takdir Allah yang sudah sepantasnya selalu kita terima dengan syukur”, karena dalam miskinpun seseorang itu bisa selalu bahagia, apabila ia tahu caranya menempatkan sabar dan syukur dihatinya.

Bukan Harta Yang Berharga, Dan Bukan Karena Hidup Yang Selalu Beruntung Yang Menjadikan Kita Bahagia, Tetapi Hati Yang Selalu Luas Akan Syukur Yang Menjadikan Kita Bahagia

Sebab, bukan harta yang berharga, dan bukan pula karena hidup yang selalu beruntung yang menjadikan kita bahagia setiap saatnya, tetapi hati yang selalu luas akan syukur yang menjadikan kita bahagia. Hanya sebatas sabar dan syukur, namun hal itu sulit dilakukan bila kita tak mampu berjuang untuk ajarkan hati agar membiasakannya. Maka, mampukanlah ajarkan hati kita untuk selalu bersifat sabar dan syukur, karena dengan dua sifat ini maka seperti aapapun hidup yang ditakdirkan Allah takkan pernah mengambil kebahagiaan yang kita miliki.

Bahagia Itu Bukan Harta Kita Yang Ciptakan, Bukan Pula Kemujuran Kita Yang Ciptakan, Tapi Rasa Syukur Yang Menderu Dihatilah Yang Selalu Ciptakan

Karena bahagia itu bukan harta kita yang ciptakan, bukan pula kemujuran kita yang ciptakan, tetapi rasa syukur yang menderu dihatilah yang selalu ciptakan. Maka, pandai-pandailah menjaga hati dengan sabar dan syukur, sebab dua sifat inilah satu-satunya jembatan untuk meraih bahagia yang sesungguhnya.

Jadi, Kaya Atau Miskin, Untung Atau Rugi Itu Sama Saja Dalam Hidup Kita, Karena Yang Membedakan Hanya Rasa Sabar Dan Syukur Dihati Saja

Jadi, kaya atau miskin, untung tau rugi itu sama saja dalam hidup kita, karena yang membedakan hanya rasa sabar dan syukur dihati saja. Maka, mulai sekarang selalulah memberi ruang dalam hati agar bisa untuk selalu belajar sabar dan syukur, karena semua itu akan bisa senantiasa kita lakukan setiap saatnya, bila kita sendiripun mampu belajar terus menerus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *